Tampilkan postingan dengan label misteri dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label misteri dunia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2011

Google Maps Merekam Area Misterius di China


Sejumlah gambar-gambar misterius dan unik di kawasan China dan Inggris tertangkap Google Maps. Dua gambar diduga merupakan area yang dibangun oleh pihak militer China.

Seperti dilansir PC World, gambar pertama merupakan garis-garis putih raksasa yang terbentang di kawasan padang pasir China.


Gambar garis-garis putih raksasa itu berada pada koordinat 40°27'4.87" Utara, 93°44'42.90" Timur. Belum diketahui apa yang membentuk bentangan gambar garis putih raksasa itu.


Diyakini, hanya pihak militer China yang mengetahui fungsi bangunan asli dari kawasan itu. Dugaan bahwa wilayah itu adalah areal militer muncul setelah ditemukan gambar lain tak jauh dari lokasi itu.

Gambar berikutnya adalah areal yang mirip lapangan parkir pesawat jet di kawasan itu. Gambar 'lapangan parkir' pesawat jet itu berada pada koordinat 40°27'23.66" Utara, 93°23'7.78" Timur.

Area diduga milik militer China

Pada gambar ini terlihat tiga pesawat jet terparkir di tengah area lingkaran. Area berbentuk lingkaran itu diduga pangkalan militer China. Belum diketahui kepentingan tiga pesawat jet itu.

Gambar garis-garis putih sejenis juga terlihat di kawasan Norwich, Inggris. Gambar yang mirip area parkir dan lapangan olahraga juga tak kalah misteriusnya.

Bagi penggemar film X-Files meyakinin bahwa gambar-gambar itu adalah pembuktian makhluk asing. "Saya percaya itu," kata seorang fans Fox Mulder.

Proses Terbentuknya Bulan 400 Milyar Tahun yang Lalu


Teori ‘Giant Impact’ merupakan hipotesa bagaimana proses terbentuknya bulan. Ilmuwan berteori, Bulan terbentuk akibat bergabungnya serpihan-serpihan pecahan Bumi yang ketika itu masih muda bertabrakan dengan benda langit berukuran sebesar planet Mars.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/27/112005_giant-impact--teori-bagaimana-terbentuknya-bulan_300_225.jpg


Salah satu bukti yang mendukung hipotesa ini adalah contoh-contoh bebatuan yang diambil para astronot saat mengunjungi Bulan. Dari bebatuan itu, terindikasi bahwa permukaan Bulan sebelumnya berbentuk cair dan kemungkinan ia memiliki inti kecil dari besi dengan kepadatan yang lebih rendah dibanding Bumi.

Adapun benda langit yang menghantam Bumi disebut sebagai Theia, diambil dari nama dewi bangsa Yunani, yang merupakan ibu dari Selene, dewi Bulan.

Menurut teori Giant Impact, Theia terbentuk bersama dengan planet-planet lainnay di tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Ia mengitari Matahari dalam orbit yang kurang lebih sama dengan Bumi sekitar 60 derajat di depan atau di belakang Bumi.

Stabilitasnya dalam mengitari Bumi kemudian terganggu karena Theia kemudian tumbuh melampaui batas maksimal 10 persen massa planet Bumi. Akibatnya, gaya gravitasi membuat Theia meninggalkan posisi orbitnya dan mendekati Bumi lalu saling bertabrakan.

Menurut para astronom, tabrakan antara Bumi dan Theia terjadi sekitar 4,53 miliar tahun lalu, atau sekitar 30 sampai 50 juta tahun setelah terbentuknya sistem tata surya. Akan tetapi, dari bukti-bukti terakhir, terindikasi bahwa tabrakan itu terjadi lebih lambat, yakni 4,48 miliar tahun lalu.

Berikut ini video ilustrasinya :

Sumber :
teknologi.vivanews.com


Gerhana Bulan 16 Juni Lebih Spektakuler


Tahun ini akan terjadi dua kali gerhana bulan total yang bisa terlihat di Indonesia, yaitu pada 16 Juni dan 10 Desember 2011. Saat itu, bulan akan muncul dengan warna baru dan mengalami proses gerhana yang cukup panjang. “Spektakuler untuk disaksikan,” kata Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Hakim L. Malasan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipmtPU8R2gPXfiwoFOCaT-yTqjDgGTwQuHLsT830D7UojBowk5h-prAD_luQK36hYT4RZLQNC0-OoY-eSMTlfXZAXPK4eHoP_UPWYPHEYO2QDI8XDvOjP3MOC4YgKlcOOTVxykI32lYIVB/s320/lunar+eclipse.jpg
Ilustrasi

Gerhana bulan total akan terjadi pada 16 Juni dini hari dan bisa disaksikan dari seluruh wilayah di Indonesia. Di Indonesia bagian barat, proses gerhana akan dimulai pukul 01.25 hingga 05.04 WIB. “Bulan akan mulai tertutup pukul 02.25 dan totalnya pada 03.14 WIB”, ujarnya.

Hakim mengatakan, proses gerhana ini cukup lama atau panjang dibanding gerhana bulan total biasanya karena terjadi dini hari hingga menjelang fajar. Ia juga menyarankan umat Islam agar melakukan sholat gerhana dulu sebelum subuh. “Biasanya gerhana bulan pada malam hari, kali ini menjelang pagi” katanya.

Fenomena alam itu rencananya akan disiarkan langsung lewat Internet oleh Observatorium Bosscha bersama jaring pengamatan hilal dan pemerintah yang bakal melakukan uji coba streaming baru. Kerjasama ini, kata Hakim, melibatkan observatorim di Yogyakarta, Aceh, Pakanbaru, Lapan di Pameungpeuk, dan Mataram. “Direkam dengan teropong, lalu disiarkan di Internet,” ujarnya.

Menjelang 1 Ramadhan atau puasa, momen gerhana juga akan dipakai untuk uji coba penghitungan hisab. Adapun bagi para astronom, gerhana bulan total bisa dimanfaatkan untuk melihat tingkat kebersihan atau kekotoran atmosfer.

Saat gerhana bulan, kata Hakim, cahaya matahari masih dapat menerobos celah atmosfer bumi hingga sampai ke bulan. Akibatnya di langit, bulan tidak tampak hilang atau berwarna hitam penuh seperti saat gerhana matahari total. “Cahaya bulan hanya redup saja, kemerahan. Itu akan jadi ukuran kotornya atmosfer kita,” ujarnya.

Dampak gerhana bulan total ini ke bumi hanya pada pasang surut laut. Menurut Hakim, gerhana tersebut juga bisa disaksikan penduduk negara lain di sekitar Indonesia hingga Mikronesia dan India.

Adapun gerhana bulan total kedua tahun ini akan terjadi pada 10 Desember 2011. Berbeda dengan gerhana 16 Juni, pada akhir tahun itu gerhana akan muncul sebelum tengah malam. Waktunya, kata Hakim, dimulai pukul 19.46 WIB. Total gerhana terjadi pukul 21.04 dan selesai 23.17.