Kamis, 23 Juni 2011

Wawancara Mengenai Pandangan Hidup

Nama : Marsa V. Andrian
Kelas : 1KB02
NPM : 29110146


Pagi yang cerah adalah awal yang indah untuk memulai segala macam aktivitas. Karena pagi hari itu masih sangat hening dan sepi, sehingga akan membawa dampak positif terhadap otak kita. Jika ingin melakukan apa saja enak, begitu kira-kira efeknya. Seperti itu juga efeknya jika seorang pedagang memulai rutinitasnya di pagi hari, kata mereka jika ingin mendapat banyak rejeki maka bangunlah pada pagi hari.
Dan saya segera mengunjungi rumah seorang pedagang bakso bernama pak tukaji, yang sebelumnya saya dan dia telah mengadakan janji untuk mewawancarainya. Sesampainya di depan pintu rumah,
Mr : “assalamualaikum”
P .bakso : “waalaikumsalam, mari silahkan masuk”
Mr:  “oh iya. Maaf ya pak mengganggu”.
P .bakso : oh tidak apa apa. Mau minum apa yam as, saya ambilkan”.
Mr : oh ngga usah repot repot pak. Saya Cuma mau melakukan tugas wawancara saya dengan bapak. Bias kita mulai sekarang pak?”
P .bakso : “tentu saja bisa”, jawab pak tukaji.
Maka di mulailah wawancara saya dengan pak tukaji sebagai berikut :
Mr : “pada tahun berapa bapak mendirikan usaha ini pak?”
P .bakso : “hmm belum terlalu lama ya.  Mungkin sekitar 2 tahun yang lalu”
Mr : “pertama kali sebelum bergelut dengan usaha ini, apakah bapak memiliki usaha lain?”
P .bakso : “pernah ada ya. Pada waktu itu sebelum saya berjualan bakso, saya menjadi tukang bengkel. Namun tidak mendapat hasil yang cukup pada waktu itu”
Mr : “pada awalnya, faktor apa yang membuat bapak membuka lahan usaha ini?”
P .bakso : “karena saya mempunyai seorang anak, dan saya sangat ingin anak saya bisa menjadi seorang yang lebih dari orang tuanya. Dan kondisi mungkin ya, lalu karena istri saya suka dan pandai membuat olahan bakso, jadi saya membuka usaha ini”
Mr : “selain anda, apakah ada orang lain yang turut ikut serta berperan dalam membangun warung makan bakso ini?”
P .bakso : “ada, adik saya tentunya. Dia ikut membantu saya dalam membeli segala kebutuhan untuk melengkapi perlengkapan dalam usaha ini”
Mr  : bisa digambarkan secara umum sejauh mana pengaruh dan dampak usaha ini terhadap masyarakat sekitar?”
P .bakso : “ dampaknya mungkin, cukup membawa keuntungan ya. Karena banyak orang orang yang mampir ke sini untuk makan bakso”
Mr : “kenapa bapak memilih usaha ini sebagai lahan untuk memenuhi kebutuhan hidu?”
P .bakso : “hmm ya karena saya dan istri saya memang mempunyai keahlian dalam mengolah bakso, dan lagipula banyak masyarakat yang gemar makan bakso. Seakan akan itu sudah menjadi tradisi”
Mr : “bapak tahu bahwa tiap orang memiliki pandangan hidup. Karena secara signifikan, pandangan hidup itu sangat menentukan jalan hidup bapak secara keseluruhan. Dan pandangan hidup yang seperti apa yang bapak miliki?”
P .bakso : “saya hanya berusaha saja dengan apa yang bisa saya lakukan di sertai dengan keyakinan yang kuat. Dan tidak lupa untuk menyerahkan senuanya kepada yang maha kuasa”
Mr : “pernahkah bapak mengalami kemunduran pada saat itu?, jika ada apa penyebabnya?”
P .bakso : “Alhamdulillah sampai sejauh ini tidak ada”
Mr : “pernahkah putus asa menghampiri bapak?”
P .bakso : “pernah ya, mungkin saat itu saya mengalami kelelahan yang berkepanjangan . tapi semua iru saya lawan karena niat dan tujuan saya untuk keluarga”
Mr : “keyakinan apa yang bapak anut dalam hidup ini?”
P .bakso : “saya mempunyai keyakinan pada agama”
Mr : “berapakah royalty yang bapak terima paling besar?”
P .bakso : “ya yang pasti lumayan dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan tabungan”
Mr : “selain di sini, apakah bapak membuka cabang di tempat lain?”
P .bakso : “saat ini saya baru membuka cabang di daerah Jakarta timur. Kareana di sana ada beberapa keluarga  saya”
Mr : “menurut anda, apakah untuk mencapai kesuksesan kita harus susah dahulu?”
P .bakso : “kalo menurut saya, itu tinggal tergantung cara orang itu melakukannya”
Mr : “apakah ada suatu ide kreatif untuk usaha ini?”
P .bakso : “ada, saya ingin membuat suatu bakso yang unik dengan cita rasa yang jauh lebih enak dan lebih banyak lagi di gemari oleh masyarakat”
Mr : “apakah bapak orang daerah?. Jika iya, pada saat moment apa bapak pulang ke daerah asal?”
P  .bakso : “iya. Saya berasal dari wonogiri. Dan saya pulang ke daerah saya hanya pada saat hari raya saja”
Mr : “hmm baiklah kalau begitu wawancara saya pak. Terima kasih bapak sudah mau meluangkan waktu untuk saya”
P  .bakso : “oh iya sama sama mas”


Dari hasil wawancara tersebut, bahwa pak tukaji ingin sekali membuat bahagia keluarganya, dan ingin anak menjadi orang yang sukses. Pak tukaji tetap bersyukur atas karunia dan nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar